nilai-nilai budaya
Selasa, 21 April 2020
Senin, 02 Oktober 2017
Kamis, 16 Maret 2017
Jumat, 19 Agustus 2016
Jumat, 10 April 2015
|
NILAI-NILAI
TEKS CERITA PANGLIMO AWANG PADA TRADISI BUKOBA MASYARAKAT MELAYU PASIR PENGARAIAN
NISDAWATI
Abstract
|
|
Painglimo Awang story is a literary works of verbal. The narration of Panglimo Awang is a tradition of Malay
culture that happens in Pasir Pengaraian. This research was written to
describe the values contained in Panglimo
Awang Narrative. This research
is a qualitative research used descriptive analysis method of content
descriptive analysis method . The
object of this research is a narrative text of Panglimo Awang that data was collected from spiritual messenger
called Tukang Koba . this research
data is all of culture and education values that contained in opening
sentences, utterance and character of figure in narrative text of Panglimo Awang.
The result of this research is presented in form of cultural and
education values as following: (1) cultural values about the essence of
relationship between human and community with indicatorsrespect each others,
responsible and advise, (2) the values of religious education with indicators
namely believe in god, sincere and grateful, (3) the values of education such
as, toughness, responsible, and hard working (4) the values of education
concerns by indicators like polite,
friendly, nation spirit, and forgiving. Those four cultural and educational
values can be implemented in formal education, especially in learning Bahasa
Indonesia..
Kata Kunci: Nilai-Nilai, Teks Cerita Panglimo Awang, Tradisi Bukoba
|
SAMBUTAN
KETUA LEMBAGA ADAT MELAYU ROKAN HULU
Buku dengan Judul Nilai-Nilai Tradisi dalam Cerita Panglimo Awang Masyarakat
Melayu Pasir Pengaraian, bermakna pewarisan atau
penerusan norma-norma, adat-istiadat, tradisi, nilai-nilai leluhur dan
budaya secara turun-menurun dari generasi ke generasi.
Adat-istiadat adalah
jati diri, tanda, ciri-ciri khas yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan
manusia dan menjadi pegangan hidup. Suatu suku bangsa akan lenyap bilamana
tidak memiliki pegangan dalam mengatur kehidupan masyarakat. Pegangan tersebut
adalah adat-istiadat yang terdapat dalam suatu masyarakat dan mampu berprilaku
sesuai dengan tuntutan adat-istiadat yang dijunjung.
Dalam proses pewarisan
adat-istiadat, nilai-nilai leluhur dan kebudayaan antar generasi, seperti:
pewarisan dari generasi tua kepada generasi muda terkandung aspirasi dasar,
agar para individu atau kelompok mewarisi kebudayaan yang memiliki karakter
inti atau identitas budaya yang bersifat uniform, Sehingga kebudayaan
masyarakat Melayu
dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
Nilai-nilai budaya dan pendidikan bermakna saling menghormati, bertanggung jawab, memberi nasihat, menyayangi, memperhatikan, keterbukaan,
kesetian, mencintai, bekerja keras, beterus terang, nilai pendidikan religius,
ketangguhan dan kepedulian
merupakan
inti dari akar kebudayaan Melayu
yang telah diterapkan dalam kehidupan dan peradatan sejak ratusan tahun yang
lalu sampai saat ini. Nilai-nilai budaya dan pendidikan leluhur
masyarakat Melayu tersebut dapat dijadikan jembatan yang
menghubungkan antara masa lalu dengan masa kini dan juga menjadi ilmu di masa
depan pada generasi mendatang. Pada gilirannya, ilmu dari
nilai-nilai leluhur pun dapat dijadikan semacam simpul perekat dan pemersatu
antargenerasi.
Dalam sejarah perjalanan bangsa tidak dipungkiri bahwa
yang menjadi perekat dan pengikat kerukunan bangsa adalah nilai-nilai yang
tumbuh, hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat. Nilai-nilai tersebut
telah menjadi pendorong untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan bersama. Begitu pula dalam
halnya koba masyarakat Melayu Pasir
Pengaraian dieratkan dengan sebuah tradisi bokoba.
Dalam koba terdapat banyak pepatah
petitih yang mengandung nilai-nilai budaya dan pendidikan yang berguna bagi
generasi muda.
Dengan hadirnya buku
ini membantu masyarakat untuk
mengenal dan memahami keberadaan koba masyarakat
Melayu Pasir Pengaraian. Buku ini juga merupakan bagian dari sebuah
khazanah guna membekali peserta didik, guru atau masyarakat untuk mengetahui nilai-nilai budaya dan pendidikan yang ada dalam koba.
Harapan kami selaku Ketua Majelis Adat Budaya Melayu
Kabupaten Roka Hulu, semoga buku ini bermanfaat pada anak-anak didik dan
masyarakat luas pada umumnya.
Pasir Pengaraian, Januari 2015
Ketua LAMR
Kabupaten Rokan Hulu
Ttd
H.T.Rafli Armien, S.Sos
Langganan:
Postingan (Atom)