Jumat, 10 April 2015

NILAI-NILAI TEKS CERITA  PANGLIMO AWANG  PADA TRADISI BUKOBA MASYARAKAT MELAYU PASIR PENGARAIAN

NISDAWATI

Abstract
Painglimo Awang story is a literary works of verbal. The narration of Panglimo Awang is a tradition of Malay culture that happens in Pasir Pengaraian. This research was written to describe the values contained in Panglimo Awang Narrative. This research is a qualitative research used descriptive analysis method of content descriptive analysis method  . The object of this research is a narrative text of Panglimo Awang  that  data was collected from spiritual messenger called Tukang Koba . this research data is all of culture and education values  that contained in opening sentences, utterance and character of figure in narrative text of Panglimo Awang.
The result of this research is presented in form of cultural and education values as following: (1) cultural values about the essence of relationship between human and community with indicatorsrespect each others, responsible and advise, (2) the values of religious education with indicators namely believe in god, sincere and grateful, (3) the values of education such as, toughness, responsible, and hard working (4) the values of education concerns by indicators like  polite, friendly, nation spirit, and forgiving. Those four cultural and educational values can be implemented in formal education, especially in learning Bahasa Indonesia..


   Kata Kunci: Nilai-Nilai, Teks Cerita  Panglimo Awang,  Tradisi Bukoba



SAMBUTAN
KETUA LEMBAGA ADAT MELAYU ROKAN HULU

Buku dengan Judul Nilai-Nilai Tradisi dalam Cerita  Panglimo Awang Masyarakat Melayu Pasir Pengaraian, bermakna pewarisan atau penerusan norma-norma, adat-istiadat, tradisi, nilai-nilai leluhur  dan budaya secara turun-menurun dari generasi ke generasi.
Adat-istiadat adalah jati diri, tanda, ciri-ciri khas yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia dan  menjadi pegangan hidup. Suatu suku bangsa akan lenyap bilamana tidak memiliki pegangan dalam mengatur kehidupan masyarakat. Pegangan tersebut adalah adat-istiadat yang terdapat dalam suatu masyarakat dan mampu berprilaku sesuai dengan tuntutan adat-istiadat yang dijunjung.
Dalam proses pewarisan adat-istiadat, nilai-nilai leluhur dan kebudayaan antar generasi, seperti: pewarisan dari generasi tua kepada generasi muda terkandung aspirasi dasar, agar para individu atau kelompok mewarisi kebudayaan yang memiliki karakter inti atau identitas budaya yang bersifat uniform, Sehingga kebudayaan masyarakat Melayu dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
Nilai-nilai budaya dan pendidikan  bermakna saling menghormati, bertanggung jawab, memberi nasihat,  menyayangi, memperhatikan, keterbukaan, kesetian, mencintai, bekerja keras, beterus terang, nilai pendidikan religius, ketangguhan dan kepedulian merupakan inti dari akar kebudayaan Melayu yang telah diterapkan dalam kehidupan dan peradatan sejak ratusan tahun yang lalu sampai saat ini. Nilai-nilai budaya dan pendidikan  leluhur masyarakat Melayu tersebut dapat dijadikan jembatan yang menghubungkan antara masa lalu dengan masa kini dan juga menjadi ilmu di masa depan pada generasi mendatang. Pada gilirannya, ilmu dari nilai-nilai leluhur pun dapat dijadikan semacam simpul perekat dan pemersatu antargenerasi.
Dalam sejarah perjalanan bangsa tidak dipungkiri bahwa yang menjadi perekat dan pengikat kerukunan bangsa adalah nilai-nilai yang tumbuh, hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat. Nilai-nilai tersebut telah menjadi pendorong untuk mencapai tujuan yang  dicita-citakan bersama. Begitu pula dalam halnya  koba masyarakat Melayu  Pasir Pengaraian dieratkan dengan sebuah tradisi bokoba. Dalam koba terdapat banyak pepatah petitih yang mengandung nilai-nilai budaya dan pendidikan yang berguna bagi generasi muda.
Dengan hadirnya buku  ini membantu masyarakat  untuk mengenal dan memahami keberadaan koba masyarakat Melayu Pasir Pengaraian. Buku ini juga merupakan bagian dari sebuah khazanah guna membekali peserta didik, guru atau masyarakat untuk mengetahui nilai-nilai budaya dan pendidikan yang ada dalam koba.
Harapan kami selaku Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Kabupaten Roka Hulu, semoga buku ini bermanfaat pada anak-anak didik dan masyarakat luas pada umumnya.


                                                                                Pasir Pengaraian, Januari 2015
                                                                                                Ketua LAMR
                                                                                      Kabupaten  Rokan Hulu

                                                                                                        Ttd

                                                                   H.T.Rafli Armien, S.Sos