SAMBUTAN
KETUA LEMBAGA ADAT MELAYU ROKAN HULU
Buku dengan Judul Nilai-Nilai Tradisi dalam Cerita Panglimo Awang Masyarakat
Melayu Pasir Pengaraian, bermakna pewarisan atau
penerusan norma-norma, adat-istiadat, tradisi, nilai-nilai leluhur dan
budaya secara turun-menurun dari generasi ke generasi.
Adat-istiadat adalah
jati diri, tanda, ciri-ciri khas yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan
manusia dan menjadi pegangan hidup. Suatu suku bangsa akan lenyap bilamana
tidak memiliki pegangan dalam mengatur kehidupan masyarakat. Pegangan tersebut
adalah adat-istiadat yang terdapat dalam suatu masyarakat dan mampu berprilaku
sesuai dengan tuntutan adat-istiadat yang dijunjung.
Dalam proses pewarisan
adat-istiadat, nilai-nilai leluhur dan kebudayaan antar generasi, seperti:
pewarisan dari generasi tua kepada generasi muda terkandung aspirasi dasar,
agar para individu atau kelompok mewarisi kebudayaan yang memiliki karakter
inti atau identitas budaya yang bersifat uniform, Sehingga kebudayaan
masyarakat Melayu
dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
Nilai-nilai budaya dan pendidikan bermakna saling menghormati, bertanggung jawab, memberi nasihat, menyayangi, memperhatikan, keterbukaan,
kesetian, mencintai, bekerja keras, beterus terang, nilai pendidikan religius,
ketangguhan dan kepedulian
merupakan
inti dari akar kebudayaan Melayu
yang telah diterapkan dalam kehidupan dan peradatan sejak ratusan tahun yang
lalu sampai saat ini. Nilai-nilai budaya dan pendidikan leluhur
masyarakat Melayu tersebut dapat dijadikan jembatan yang
menghubungkan antara masa lalu dengan masa kini dan juga menjadi ilmu di masa
depan pada generasi mendatang. Pada gilirannya, ilmu dari
nilai-nilai leluhur pun dapat dijadikan semacam simpul perekat dan pemersatu
antargenerasi.
Dalam sejarah perjalanan bangsa tidak dipungkiri bahwa
yang menjadi perekat dan pengikat kerukunan bangsa adalah nilai-nilai yang
tumbuh, hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat. Nilai-nilai tersebut
telah menjadi pendorong untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan bersama. Begitu pula dalam
halnya koba masyarakat Melayu Pasir
Pengaraian dieratkan dengan sebuah tradisi bokoba.
Dalam koba terdapat banyak pepatah
petitih yang mengandung nilai-nilai budaya dan pendidikan yang berguna bagi
generasi muda.
Dengan hadirnya buku
ini membantu masyarakat untuk
mengenal dan memahami keberadaan koba masyarakat
Melayu Pasir Pengaraian. Buku ini juga merupakan bagian dari sebuah
khazanah guna membekali peserta didik, guru atau masyarakat untuk mengetahui nilai-nilai budaya dan pendidikan yang ada dalam koba.
Harapan kami selaku Ketua Majelis Adat Budaya Melayu
Kabupaten Roka Hulu, semoga buku ini bermanfaat pada anak-anak didik dan
masyarakat luas pada umumnya.
Pasir Pengaraian, Januari 2015
Ketua LAMR
Kabupaten Rokan Hulu
Ttd
H.T.Rafli Armien, S.Sos
Tidak ada komentar:
Posting Komentar